Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah di Darussalam
Pada periode
kepemimpinan Pesantren Darussalam dipegang oleh
KH. Badruddin (1976-1992).
Pada masa ini modernisasi pesantren
terus berlangsung sejalan
dengan perkembanganmasyarakat sekitar, dimana pesantren Darussalam tidak hanya
sebatas memberikan pendidikan
agama namun didirikan juga
lembaga-lembaga pendidikan umum
seperti MI Darussalam, SMP
Darussalam, SPP-SPMA dan STM/SMK yang mengacu
kepada kurikulum Depdiknas.
Pada masa kepemimpinan KH. Badruddin
inilah MI Darussalam didirikan secara resmi Pada tahun
1978 MI Darussalam
ini dilaksanakan dengan kegiatan
belajar mengaja rsecara teratur dan terprogram dengan sistem
pendidikan menggunakan kurikulum
pondok pesantren/Diniyah,
dan dengan ditambah
kurikulum Kementerian Agama dalam proses pembelajarannya.
Madrasah Ibtidaiyah ini
terletak di dua
tempatyaitu yang pertama terletak di
Jalan KH. Kasyful
Anwar Kelurahan Pasayangan Martpura, dan yang kedua terletak
di Jalan Perwira DesaTanjung Rema Martapura. Kedua lokasi ini berjarak kurang
lebih 2 Km.
Didirikannya madrasah
ini merupakan sebuah
upaya yang dilakukan oleh Yayasan
PP. Darussalam Martapura dalam menjawab
Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yaitu Menteri Dalam
Negeri, Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan, dan Menteri
Agama pada tahun
1975. Isi daripada
SKB Tiga Menteri tersebut adalah
tentang ”Peningkatan Mutu Pendidikan pada Madrasah”.
Tujuan lain didirikannya madrasah
ini adalah untuk menyiapkan parasantri
yang siap beradaptasi
dengan lingkungan perkotaan maupun pedesaan karena mereka pandai ilmu Agama
serta mampu memahami
wawasan dan pengetahuan umum.
Kenyataan di
atas sekaligus memberikan sebuah jawaban bahwa PP. Darussalam bukan hanya mendidik para santri untuk urusan
akhirat semata namun lebih dari itu PP. Darussalam Martapura
selalu berupaya agar
para santri dapat beradaptasi dengan
lingkungan tempat dimana
tinggal, baik pedesaan maupun
perkotaan, dari lembaga
pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.
Alasan lain
didirikannya madrasah ini
adalah merupakan persiapan kader
guru yang berasal
dari PP. Darussalam agar
mampu mengajar bukan
hanya dalam pendidikan agama
secara tradisional namun
juga dapat menyesuaikan diri
dengan kebutuhan lingkungan
(multi talenta).
Untuk merealisasikan tujuan
tersebut di atas,
MI Darussalam menerapkan kurikulum
PP. Darussalam dankurikulum Kementerian Agama dalam proses
pembelajarannya.
Namun pada awal berdirinya MI
Darussalam ini hanya sedikit sekali
menerapkan kurikulum Kementerian
Agama dalam proses pembelajaran.
Hal ini dikarenakan
alokasi waktu yang tersedia tidak mencukupi untuk
menerapkan keduanya.
Pada masa
kepemimpinan kepala sekolah
Guru H. Abdan (1985-1987) barulah
lembaga ini menerapkan kurikulum Kementerian
Agama secara keseluruhan ditambah lagi
dengan kurikulum dari PP. Darussalam.

Posting Komentar
No Spam !
Silahkan berdiskusi dengan baik dan sopan.